All for Joomla All for Webmasters

YUK, MENGENAL BARONG KEMIREN

Desa Kemiren terletak di Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi, di desa ini banyak kesenian
yang masih tetap terjaga kelestariannya seperti Tari Gandrung, Tumpeng Serakat dan Barong
Kemiren. Barong Kemiren sendiri adalah salah satu kesenian yang sakral, yang mana untuk dipertunjukkan
ada ritual khusus yang dilakukan sebelum mempertunjukkan Barong Kemiren ini. Barong
Kemiren sendiri menurut sejarah bercerita tentang gadis cantik bernama Ja’rifah yang dijaga
hewan bertubuh besar dengan muka buruk yang disebut dengan Barong. Barong ini bertugas
melawan penjajah dan sangat setia kepada tuannya sehingga dianggap sebagai simbol
kepahlawanan. Kesenian Barong Kemiren ini mirip dengan kesenian Barong di Bali. Hal ini
dikarenakan kedekatan kultur yang saling mempengaruhi dalam sejarah hubungan antara Bali
dan Banyuwangi. Adapun perbedaannya, terlihat secara fisik ukuran Barong Bali lebih besar dan
tidak punya sayap bila dibandingkan dengan Barong Kemiren.


Adapula yang menyebutkan kesenian barong ini berasal dari Cina, yang masuk di tanah Jawa
pada zaman Majapahit. Dimana ada kemiripan antara Barong Kemiren dengan tari Singa Cina
(Tari Barongsai). Sejarah yang lain juga menyebutkan, bahwa Barong ini bermula dari
pertarungan dua bangsawan sakti dari Bali dan Blambangan yang bernama Minak Bedewang dan
Alit Sawung. Keduanya terlibat pertarungan hebat tanpa henti hingga jangka waktu lama dan
tidak satu pun dari mereka ada yang terluka. Masing-masing dari mereka menggunakan wujud
sakti yang mengerikan, satunya berwujud seekor harimau besar dan satunya berwujud burung
garuda. Kemudian munculah suara aneh dari langit tanpa rupa yang mengingatkan agar
menghentikan pertempuran dan merekapun berdamai. Hingga akhirnya, kedua wujud
menyeramkan itu bersatu. Sejak itu, masyarakat Osing memiliki wujud barong sebagai simbol
kebersamaan. Kepercayaan masyarakat Osing mempercayai bahwa Barong bisa mengusir
pengaruh jahat, penyakit dan segala bahaya.


Kesenian tari Barong ini sangat disakralkan. Sebelum ditarikan, Barong wajib diberi ritual
khusus. Jika tidak, akan berbahaya bagi penari dan warga sekitar. Barong juga tidak
sembarangan ditarikan. Ditarikan terutama untuk selamatan desa, dimana kesenian Barong ini
memiliki nilai mistis dan hanya orang pilihan alam yang dapat menarikan kesenian Tari Barong
ini. Adapun filosofi dari bentuk barong kemiren sebagai berikut :

  1. Barong memiliki arti bareng-bareng atau bersamaan. Dalam deskripsi lebih lengkap yang
    bersama-sama menjaga kelestarian budaya.
  2. Mulut terbuka atau menganga bermakna setiap orang tidak boleh serakah, jika butuh
    makan harus bekerja dengan tekun.
  3. Dua sayap dalam Barong Kemiren adalah sayap laki-laki dan sayap perempuan dengan
    arti jika ingin terbang atau bepergian kemana-mana tetap bersamaan, jangan sampai
    terpisah. Satu sama lain saling melengkapi.
  4. Keeling atau lekukan di topi barong yang di kombinasikan dengan kepala garuda
    menghadap belakang memiliki arti agar selalu β€˜kelingan’ / ingat masa lalu. Jangan mudah
    tergoda dengan rayuan apapun, tetap ingat dengan perjuangan sebelumnya.
  5. Bentuk angsang di kepala barong, memiliki arti punya pikiran tidak boleh merangsang.
    Mudah iri dengan tetangga atau orang lain, tetap bersyukur dengan apa yang dimiliki.
  6. Mahkota berbentuk seperti kubah masjid memiliki makna bahwa setiap orang wajib
    mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagai simbol dimensi sepiritual bagi
    masing-masing individu.
  7. Rumbai-rumbai mirip rambut memiliki arti keluarga besar yang harus selalu rukun dan
    bersatu padu. Jangan ada perpecahan antar anggota keluarga. Tetap bersatu hingga
    kapanpun sampai rambut memutih.

Kelompok 14 KKN UNIBA Tahun 2021

Leave A Comment