Kemiren.com, Jakarta – Desa Wisata Adat Osing Kemiren Kec Glagah Banyuwangi menjadi salah satu dari 16 Desa Wisata penerima piagam penghargaan Sertifikasi Desa Wisata berkelanjutan tahun 2020, oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

Rangkaian proses sertifikasi terdiri dari tahap Persiapan sejak Oktober 2020, Pelaksanaan pada 12-13 November 2020, selanjutnya tahap Monitoring dan Evaluasi untuk mengetahui progres report desa wisata. Dan setelah 3 tahun bisa mengajukan sertifikasi ulang kepada Direktorat Kelembagaan Deputi Bidang Sumberdaya dan Kelembagaan Kemenparekraf dan LS-Pro-ISTC (Indonesia Sustainable Tourism Council).

Adapun Indikator dan Kriteria Penilaian Desa Wisata Berkelanjutan mengacu pada pilar:
– Pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan
– Pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal.
– Pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung.
– Pelestarian lingkungan

Dari ke empat pilar tersebut di integrasikan dalam aspek pedoman desa wisata yaitu:
– Atraksi.
– Amenitas.
– Aksesibilitas.
– Sumber Daya Manusia.
– Masyarakat.
– Industri.
– Promosi dan Pemasaran.

Semoga Desa Wisata yang sudah tersertifikasi sebagai desa wisata berkelanjutan ini dapat menjadi acuan bagi perkembangan desa wisata lainnya yang turut serta membangun perkembangan pariwisata indonesia. Khususnya membangun ekonomi local dengan modal landscape Pedesaan, mengedepankan Kearifan Lokal dan tentunya menjaga keseimbangan lingkungan.

 

Ketua Pokdarwis menerima sertifikasi Desa Kemiren

 

Ketua Pokdarwis Kencana Kemiren, Mohammad Edy Saputro bangga desanya bisa mendapatkan sertifikasi ini. “Benar-benar nggak nyangka bisa mendapatkan anugerah ini. Indikator yang disyaratkan itu bagi kami sangat banyak. Alhamdulillah bisa kami penuhi semua berkat kerjasama dan kolaborasi dengan beberapa pihak,” tutur Edy.

Sebagai bagian dari warga Desa Kemiren, menurut Edy ke depan punya tanggung jawab besar untuk meningkatkan pengembangan Desa Wisata Kemiren. “Kami harap Desa Kemiren dapat berkembang pesat, sehingga dapat membuka lapangan kerja, dan memaksimalkan potensi yang bisa menjadi peluang usaha masyarakat Kemiren. Dan ini menjadi tanggung jawab kami bersama,” tandas Edy.

Dengan disertifikasi sebagai desa wisata berkelanjutan, Edy ingin masyarakat semakin bangga menjadi warga Desa Kemiren, menjadi masyarakat suku Osing dan mempertahankan budaya dan tradisi Osing yang dimiliki.